Rabu, 14 Mei 2014
Senin, 05 Mei 2014
Karakteristik Top Talent
- Kompeten. orang yang top talent adalah orang yang kompeten (memiliki keterampilan, pengalaman, dan jenjang pendidikan yang sesuai dengan kualifikasi pekerjaan (profesi).
- Mampu. arti mampu di sisni adalah dapat menyelesaikan job dengan mudah dan dapat mencari cara dan menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan usaha ekstra dan kreatifitas. hal ini akan menunjukkan kalau orang yang memiliki potensi untuk bertumbuh dan bersedia mengemban tanggung jawab.
- Compatible. Dapat berbaur dengan atasan, rekan kerja, klient, mitra perusahaan baik yang lama maupun yang baru.
- Komitmen. Bisa bekerja dalam waktu yang cukup lama. Tidak sekedar sebagai batu loncatan.
- Excellent in caracter. Salah satu ciri top talent adalah unggul dalam karakter (rajin, jujur, taat pada pemimpin, disiplin, komunikatif dan kooperatif).
- Menghargai value and culture. Setiap institusi memiliki nilai-nilai dan budaya yang berbeda. Value anad culture tersebut diterapkan sesuai dengan harapan, nilai-nilai, kebijakan serta prosedur yang dijunjung tinggi bersama dalam suatu institusi.
- Inisiatif. Tidak seperti gong (harus diperintah baru melakukan pekerjaan).
- Inipirator. Tidak hanya menjadi pengikut ide orang tetapi bisa mengeluarkan ide-ide cemerlang untuk menunjang pekerjaan dan meningkatkan profesionalisme, serta kemajuan institusi.
- Inovatif. Tidak sekedar mau belajar, melainkan bisa menciptakan hal-hal yang baru yang berdaya guna bagi kemajuan institusi. Salam entrepreneur....
Sabtu, 03 Mei 2014
Maximize Your Capacity (Matius 25:14-30)
Berbicara mengenai kapasitas
tidak terlepas dari talenta. Talenta adalah bakat yang telah Tuhan karuniakan
kepada manusia. Tuhan telah menganugerahkan talenta kepada setiap orang. Ada yang
dikasih 1,2,3,5, bahkan ada yang lebih. Kuantitas bukanlah hal yang utama, yang
penting adalah bagaimana kita mengelola talenta yang sudah Tuhan karuniakan kepada
kita. Faktor yang membuat kita lebih berkualitas bukan terletak pada seberapa
banyak yang telah kita miliki. Melainkan bagaimana sikap kita dala mengelola
apa yang telah Tuhan percayakan. Hal yang
dapat membantu peningkatan kualitas kita adalah sebagai berikut:
Tidak Berhenti Belajar.
Meningkat
kapasitas tidak terlepas dari yang namanya belajar. Kapasitas kita akan semakin
besar jika kita sering melatih dan mengasah talenta kita. Cara mengasah talenta adalah dengan cara
belajar, bisa dari literatur, sharing dengan orang lain, seminar, mengikuti
group/foru/milis social media, dan kursus. Hal yang tak kalah penting adalah
latihan. Kenapa latihan??? Latihan akan membuat kita semakin sempurna (practice
mak perfect). Iya apa iya?
Mengajar Orang Lain.
Mengajar???
Ya! Apa nggak rugi (waktu, tenaga, biaya
dsb). Tidak dong, dengan mengajar kita
akan berbagi dengan orang lain. Orang lain akan merasa diberkati. Kita juga
akan termotivasi untuk menguasai bidang kita dan membuat kita lebih mudah
mengingat ingat. Secara otomatis otak kita juga akan terlatih.
Mentoring.
Seorang
mentor adalah orang yang telah mencapai hal-hal yang kita capai. Tentunya orang
yang lebih berkualitas dari kita. dari seorang mentor kita bisa belajar dari
pengalaman (experience), pengetahuan (knowledge), hikmat (wise) yang telah
diperoleh sang mentor dari perjalanan panjangnya dalama rangka meraih apa yang
ia miliki sekarang.
Memiliki Mitra yang
Bertanggung Jawab.
Mitra
yang bertanggung jawab bukan sekedar teman atau orang yang mau dapat untung
secara pribadi setelah bekerja sama. Mitra ayang bertanggungjawab (accountable)
adalah orang yang ingin melihat kita maju dan berhasil. Mitra yang demikian
akan memotivasi dan tidak segan-segan mengarahkan kita demi kemajuan kita.
Membangun Impian
dengan Talenta.
Impian merupakan
sesuatu yang baik. Impian akan mendorong kita keluar dari comfort zone (zona
nyaman). Talenta adalah modal awal yang kita miliki untuk membangun impian
kita. Mengapa demikian??? Karena tanlenta yang kita miliki sangat dekat dengan
hobi yang kita miliki. Kalau kita sudah senang dan memiliki pasion (gairah)
terhadap mimpi kita, maka impian kita akan segera menjadi kenyataan. Bayangkan!!!
Jika kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai. Belum sampai seminggu juga
sudah bubar. Tapi kalau kita suka dan memiliki pasion di suatu bidang apa pun
yang merintangi langkah kita dalam mewujudkan mimpi tersebut dapat kita
takhlukkan. Endingnya kita akan jadi pemenang dan mimpi kita menjadi kenyataan.
Positive Thinking.
Pikiran
positif akan mempengaruhi reaksi kita terhadap suatu peristiwa. Orang yang
negative thinking akan cenderung pesimis, takut gagal dan enggan untuk
melangkah. Akhirnya akan mengalami banyak kegagalan dan kemunduran dalam hidupnya.
Sebaliknya positive thinking akan membuat kita optimis, berani melangkah, take
the challenge (mengambil tantangan) dan akhirnya menjadi pemenang dan meraih
impiannya bahkan bisa melampaui ekspektasinya.
Disiplin.
Disiplin???
Susah nih kayaknya. Yups, emang sih disiplin itu berat dan susah. Tapi statement
tersebut hanya bagi orang yang tidak mau maju. Disiplin itu memang susah dan berat
berat tapi bisa dilakukan kalau kita benar-benar komitmen. Disiplin merupakan
kunci utama untuk meraih kesuksesan. Kalau kita bekerja hanya menuruti mood
kita tentu hasilnya tidak memuaskan. Tetapi kalau kita disiplin hasilnya juga
akan baik bahkan bisa lebih dari apa yang kita harapkan. Untuk menerapkan
disiplin dalam hidup kita memang tidak mudah. Itu tergantuk pribadi kita. Pertanyaanya
adalah kita mau sukses tidak??? Tentu semua orang juga mau. Kalau mau suskses
ya harus berani bayar harga mahal. Harganya berapa??? Harganya, ya disiplin. Sukses
atau tidaknya sesorarang tergantung pribadi masing-masing. Langkah , pola hidup,
nilai-nilai dan budaya kita yang akan menentukan masa depan kita. Dengan miliki
pola hidup, nila-nilai dan budaya positif maka kita akan meraih kesuksesan.
Salam entrepreneur....
Selasa, 18 Februari 2014
6 Tips for Developing Your Business
Setiap orang tentu ingin mengalami perkembangan dalam berbagai aspek
kehidupannya. Tetapi untuk mengembangkan apa yang telah kita miliki juga
bukanlah hal yang mudah. Untuk mengembangkan segala sesuatu agar lebih baik
diperlukan tekad yang kuat dan penyerahan diri secara total kepada Tuhan.
Artinya kita harus bekerja secara maksimal untuk mewujudkannya dan meminta
petunjuk dan pertolongan kepada Tuhan yang berdaulat atas hidup kita dan apa
yang kita miliki. Satu hal yang harus kita akui adalah bahwa kita hanyalah
manusia biasa yang menerima kasih dan anugerah dari Tuhan untuk menjalani
kehidupan di muka bumi ini. Maka dari itu kita tidak boleh menyombongkan diri
dengan mengandalkan kekuatan kita. Pada
kesempatan kali ini saya akan membagikan 6 kiat dalam mengembangkan
bisnis. Ada pun kiat-kiat yang telah
saya lakukan selama ini adalah sebagai berikut:
1.
Integritas.
Dalam
menjalankan apa pun di dunia ini kita dituntut untuk memiliki integritas.
Integritas berbicara mengenai kesesuaian antara perkataan, sikap dan tindakan
yang kita lakukan baik di depan orang maupun saat tidak ada orang. Memang
tujuan dari sebuah bisnis adalah untuk mencari keuntungan, tapi bukan berarti
dalam berbisnis kita dapat mempertaruhkan integritas kita dengan cara berbohong
kepada pelanggan. Dalam berbisnis kita juga harus memperoleh keuntungan, sebab
kalo kita tidak memperoleh keuntungan kita akan rugi. Kalau berbisnis hanya
untuk rugi ya jangan berbisnis. Tetapi ada satu hal yang harus kita ingat dalam
berbisnis kita harus memelihara hubungan kita dengan mitra bisnis dan
pelanggan.
2.
Komitmen.
Agar
bisnis kita dapat berkembang dengan baik kita harus komitmen dengan bisnis yang
telah kita mulai. Dengan komitmen yang baik kita dapat mengantisipasi hal-hal
yang akan menghancurkan bisnis kita. Berdasarkan kenyataan yang saya temui di
lapangan ada beberapa pelaku bisnis yang tidak komitmen terhadap bisnisnya.
Satu waktu saya pergi ke sebuah toko grosir batik dan saya ingin membeli batik dari toko tersebut.
Ketika saya masuk toko dan bertanya-tanya mengenai detail produk yang ia jual
dan harga barang-barang yang ia jual, sang pemilik toko hanya menjawab “barangnya
banyak dan harganya berbeda-beda”. Hanya itu jawaban yang saya terima itu pun
diucapkan dengan nada ketus. Dalam hati saya berkata: “amit-amit orang bisnis
kog kayak gini ya” sambil mengelus dada. Kalau kita bisnis kita harus menguasai
produk knowledge dong. Selain itu kita juga harus dapat menerima tamu yang
membutuhkan barang/jasa yang kita tawarkan dengan baik.
3.
Team work.
Kita
harus mengakui bahwa kita adalah makhluk sosial, kita tidak dapat melakukan
segala sesuatu dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri termasuk dalam hal
bisnis. Dalam berbisnis baik dalam skala kecil maupun skala besar mau tidak mau
kita harus kerja dalam tim, minimal dengan mitra bisnis dan pelanggan.
Bayangkan jika kita tidak bisa kerja dalam tim pasti kita akan repot. Bahkan
bisa-bisa bisnis kita terancam gulung tikar.
4.
Trust and respect.
Sikap
percaya dan menghargai sangat di perlukan dalam dunia bisnis. Mengapa demikian?
Karena dalam berbisnis kita berhadapan dengan pelaku-pelaku bisnis yang lain,
mitra bisnis, pelanggan dan lain sebagainya. Contoh kecil adalah bagaimana
owner berhubungan dengan karyawan. Misalnya owner tidak percaya kepada
karyawan, setiap hari mencurigai dan menuduh karyawannya curi, berbohong dan
tidak menghargai karyawannya. Hal yang terjadi adalah karyawan tidak betah dan
tidak mau bekerja dengan kita. Itu baru dengan karyawan, jika hal itu kita
lakukan kepada semua orang pasti akan berakibat fatal terhadap bisnis y ang
telah kita mulai bahkan terhadap reputasi diri kita sendiri. Maka dari itu kita
harus memiliki sikap trust and respect kepada semua orang.
5.
Lakukan apa yang kamu kehendaki
agar orang lain lakukan kepadamu.
Dalam
kehidupan ini manusia cenderung menuntut kepada sesama tanpa memikirkan
kontibusi apa yang telah ia berikan kepada sesama. Kebanyakan orang menuntu
agar di kasihi, di hormati, dipuji, di beri, di tolong dan lain sebagainya pada
hal mereka tidak pernah melakukan hal-hal tersebut kepada sesama. Kalau kita
mau belajar dari petani kita dapat melihat bahwa “Tanpa menabur seorang petani
tidak akan pernah menuai”. Demikian juga kita apa bila kita tidak pernah
berbuat baik kepada sesama ya jangan menutut agar orang lain berbuat baik
kepada kita. Istilahnya orang lain tidak akan memiliki justifikasi untuk
melakukan hal-hal yang kita inginkan. Jadi, jangan pernah menuntut orang lain
agar memberi kepada kita. Tetapi, mari kita mulai menabur terlebih dahulu agar
suatu hari kita dapat menuai termasuk dalam berbisnis. Kalau kita menabur otomatis kita akan menuai.
6.
Continues learning (Long life education).
Belajar
itu wajib bagi semua orang termasuk pelaku bisnis. Kita dapat belajar dari
pengalaman hidup misalnya ketika kita berhasil atau gagal. Selain itu kita juga
dapat belajar dari orang lain atau sumber-sumber yang lain. Dunia ini terus
berkembang, dunia bisnis juga terus berkembang. Dengan perkembangan dunia
bisnis yang begitu cepat maka kita juga akan mengalami banyak tantangan dan
bisnis. Maka dari itu kita harus senantiasa belajar agar kita dapat
mempertahankan bisnis kita. Dengan belajar dari banyak sumber kita akan dapat
menguasai bidang kita dan menaklukkan tantangan yang sedang kita hadapi
sehingga menunjang keberhasilan bisnis kita.
7.
Create value.
Selain
hal-hal tersebut di atas kita dapat mengerjakan sesuatu
yang bisa memberikan nilai tambah. Inovation, creativity, excellent culture sangat menunjang keberhasilan bisnis kita . Do the best for your
bussiness.
Semua itu dasarnya
firman Tuhan. Hikmat: takut akan Tuhan, Tuhan yang memberikan kepada kita
pengetahuan dan kepandaian. Dalam
berbisnis kita harus cerdik seperti ular tulus seperti
merpati. Kiranya tulisan yang singkat ini dapat menjadi
inspirasi bagi kita untuk menjalankan binis kita. Salam entrepreneur...
Rabu, 18 Desember 2013
Mengembangkan Kapasitas Diri
Semua orang
memiliki bagian sesuai dengan apa yang Tuhan berikan dalam hidupnya. Setiap orang
memiliki cara yang berbeda dalam menerima, mengelola, memanfaatkan dan menikmati
apa yang Tuhan berikan. Ada yang menerima dengan penuh ucapan syukur,
mengelolanya dengan baik (mengembangkannya), ada yang hanya sekedar menerima
dan menikmatinya, bahkan ada yang menerima dengan perasaan tawar hati dan
membiarkannya begitu saja.
Sebenarnya ada
hal penting yang harus diketahui oleh setiap manusia. Esensi dari setiap apa
yang Tuhan anugerahkan kepada umat-Nya adalah kehendak Tuhan dalam setiap
kehidupan kita pribadi lepas pribadi. Tuhan mau melihat seberapa besar kedekatan kita
dengan-Nya, Tuhan mau agar umat-Nya bisa bersyukur dan mengagungkan nama-Nya,
Tuhan mau melihat seberapa besar tanggung jawab kita terhadap apa-apa yang
Tuhan berikan bagi kita.
Sering kali
manusia lupa apa kehendak Tuhan dibalik setiap peristiwa dan perkara yang Tuhan
berikan dan kehidupannya. Maka dari itu kita harus bertanggung jawab terhadap
apa yang Tuhan berikan kepada kita. Bagaimana cara mempertanggung jawabkan
semua itu dihadapan Tuhan??? Pertanggungjawaban kita dihadapan Tuhan dapat kita
lakukan dengan cara bersyukur kepada-Nya, mengelola apa yang Tuhan berikan, mengembangkan
apa yang Tuhan berikan, memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, mengembalikannya
kepada Tuhan dengan cara bersyukur dan memberikan hormat, pujian, pengagungan,
dan kemuliaan bagi-Nya.
Tuhan berjanji
kepada semua umat-Nya: Jika kita setia terhadap perkara-perkara kecil Tuhan
akan memberkati dan menambahkan perkara-perkara besar dalam hidup kita. Sekecil
apa pun yang Tuhan berikan kepada kita, kita harus bersyukur dan mengelolanya
dengan baik. Analoginya seperti ini: ”uang Rp. 1000 tidak akan pernah ada tanpa
ada uang Rp. 100. Artinya sesuatu yang besar tidak akan pernah ada jika tidak ada hal kecil terlebih dahulu.
Maka dari itu
jangan heran bila ada orang yang miskin tetap miskin, yang kaya makin kaya,
yang bodoh tetap bodoh, yang pintar makin pintar dan sebagainya. Hal itu
terjadi karena respon orang yang berbeda terhadap apa yang Tuhan berikan.
Seberapapun yang
Tuhan karuniakan dalam hidup kita, mari kita responi dengan baik: kita syukuri,
kita kelola dan kembangkan dan kita manfaatkan dengan baik. Dengan berlaku
demikian maka berkat dan anugerah Tuhan akan semakin ditambahkan bagi kita.
Salam entrepreneur……
Kamis, 12 Desember 2013
Sovereignty of God In Our Lives
Sebab
diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 15:5b)
Kerja keras, smart, pantang menyerah merupakan faktor penentu
keberhasilan seseorang dalam hal apa pun. Namun dibalik semua itu masih ada
yang kurang. Memang secara fisik sudah kelihatan perfect. Tapi kalau mau di
koreksi ada hal yang sangat penting yang perlu ditambahkan. Apakah itu??? Spiritual,
lebih tepatnya “hubungan kita dengan Tuhan” sang pencipta alam semesta.
Secara manusia,kita kelihatan bisa melakukan segala sesuatu
dengan kemampuan yang kita miliki. Mari kita merenung sejenak! Dari mana asalnya
tenaga, pikiran, keluarga, harta, bahkan bumi tempat kita berpijak ini??? Apakah
pemberian orang tua, kakek-nenek, om-tante, pacar, atau kita bawa sendiri sejak
lahir??? Tentu tidak, itu semua dari Tuhan. Tuhan menciptakan kita di dunia ini
dan memberikan kasih, anugerah, pertolongan, penyertaan dan Nya bagi kita.
Tuhan memiliki rencana dan kedaulatan bagi semua ciptaan-Nya,
termasuk bagi kita umat manusia. Sering kali kita sebagai manusia berpikir, berencana
dan bertindak menurut kemauan kita tanpa mohon petunjuk dahulu kepada Tuhan. Kadang-kadang
apa yang kita usahakan memang berhasil, tetapi kadang-kadang juga gagal total. Saya
tidak berkata bahwa apa yang kita lakukan dengan memohon petunjuk dan pertolongan
kepada Tuhan terlebih dahulu itu akan berhasil 100%. Tetapi saya mau berkata
bahwa: “Apa pun yang akan kita lakukan lebih baik disertai dengan doa dan mohon
penyertaan serta campur tangan Tuhan terlebih dahulu.”
Tuhan selalu menjawab doa kita. Tetapi perlu diingat bahwa
Tuhan akan menjawab sesuai dengan “Kairos” (waktu Tuhan) bukan waktu kita. Jawaban
Tuhan juga tidak senantiasa “iya.” Namun percayalah apa pun jawaban dari Tuhan,
Tuhan senantiasa memiliki rencana yang indah bagi kita.
Apa bila kita senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan untuk
bersyukur atas anugerah-Nya, memohon petunjuk dan penyertaan-Nya kita tidak
akan mudah menyerah, tidak merasa takut, kwatir, dan sedih. Sekalipun dalam
studi, pekerjaan maupun bisnis kita ada banyak kompetitor, baik yang berkompetisi
dengan sehat maupun tidak sehat. Kita akan tetap teguh, saat kita jatuh
sekalipun kita akan bisa segera bangen dan berlari kenapa demikian??? Karena kita
berjalan bersama Tuhan. Kerja keras, smart, pantang menyerah memang penting
tetapi hubungan kita dengan Tuhan jauh lebih penting, karena Dialah sang
empunya segala sesuatu dan Dialah yang berdaulat atas seluruh hidup kita. Salam
Entrepreneur…
Minggu, 17 November 2013
Character that brings success in business
Dalam
berbisnis tidak cukup dengan modal uang yang besar, melainkan diperlukan
modal-modal yang lain. Apakah modal modal yang lain itu? Modal-modal lain yang
menunjang keberhasilan dalam bisnis adalah karakter, skill, dan servis kepada
para cutomer. Pada kesempatan ini penulis akan membahas mengenai karakter. Ada pun
pembahasannya adalah sebagai berikut.
Berbicara
mengenai karakter, karakter berbeda dengan tempramen dan keperibadian. Ada pun
pengertian karakter, temperamen dan kepribadian adalah sebagai berikut:
1.
Karakter.
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku
yang membedakan antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam keluarga
maupun bermasyarakat..
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Karakter memiliki arti: 1). Sifat-sifat kejiwaan,
akhlak atau budi pekerti yang
membedakan seseorang dari yang lain. 2).Karakter juga bisa bermakna "huruf".
Wyne mengungkapkan
bahwa kata karakter berasal dari bahasa Yunani “karasso” yang berarti “to mark” yaitu menandai atau
mengukir, yang memfokuskan bagaimana mengaplikasikan
nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Oleh sebab itu seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam
atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkarakter
jelek, sementara orang yang berprilaku jujur, suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia. Jadi
istilah karakter erat kaitannya dengan personality
(kepribadian) seseorang.
Alwisol
menjelaskan pengertian karakter sebagai penggambaran tingkah laku
dengan menonjolkan nilai (benar-salah,
baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit. Karakter berbeda dengan kepribadian kerena pengertian kepribadian
dibebaskan dari nilai. Meskipun demikian,
baik kepribadian (personality) maupun karakter berwujud tingkah laku yang ditujukan kelingkungan sosial, keduanya relatif
permanen serta menuntun,
mengerahkan dan mengorganisasikan aktifitas individu.
2.
Tempramen.
Temperamen
adalah emosi seseorang yang tanpa disadari mempengaruhi perilaku seseorang.
a. Menurut Alport temperamen adalah gejala karakteristik
daripada sifat emosi individu, termasuk juga mudah-tidaknya terkena rangsangan
emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya,
segala cara daripada fluktuasi dan intensitas suasana hati. Gejala ini
bergantung pada faktor konstitusional, dan karenanya terutama berasal dari
keturunan.
b. Sujanto (1993) menjelaskan bahwa
temperamen berasal dari kata temper yang berarti campuran. Temperamen adalah
sifat seseorang yang disebabkan adanya campuran-campuran zat di dalam tubuhnya
yang juga mempengaruhi tingkah laku orang tersebut. Jadi temperamen berarti
sifat laku jiwa dalam hubungannya dengan sifat kejasmanian. Temperamen juga
merupakan sifat-sifat yang tetap dan tidak dapat di didik.
3.
Kepribadian.
Istilah personality berasal dari kata latin “persona” yang berarti topeng atau kedok, yaitu tutup muka
yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk
menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti bagaimana seseorang tampak pada orang lain.
Setelah
menguraikan apa itu perbedaan antara karakter, temperamen dan kepribadian. Penulis
akan menguraikan mengenai karakter apa saja yang membawa keberhasilan dalam
bisnis. Dalam berbisnis diperlukan karakter yang positif untuk menunjang
keberhasilan bisnis, diantaranya adalah sebagi berikut:
a.
Integritas.
Integritas
adalah sikap konsisten terhadap perkataan, statement maupun sikap yang telah
dibuat. Orang bisnis itu senantiasa berhubungan dengan orang lain baik dengan
mitra bisnis maupun para customer. Dalam pertemuan dengan orang lain seringkali
terjadi tawar-menawar maupun transaksi bisnis. Maka dari itu seorang pebisnis
diharapkan memiliki integritas. Ada orang maupun tidak, dengan pelanggan satu
maupun yang lain pebisnis harus berpikir, berkata, dan bertindak sama. Dengan memiliki
integritas maka orang dapat dipercaya.
b.
Jujur.
Seorang
pebisnis harus berlaku jujur baik kepada mitra bisnis maupun customer. Seandainya
seorang pebisnis berlaku tidak jujur kepada rekan kerja maupun customer tentu
ia akan ditinggalkan keduanya. Tentu, kalo hal ini terjadi dan tidak ditangani
secara seriusakan menghambat laju pertumbuhan bisnis bahkan melumpuhkan bisnis
yang sedang digeluti.
c.
Disiplin.
Seorang
pebisnis dituntut untuk disiplin minimal buat dirinya sendiri. Seorang pebisnis
tentu memiliki jadwal kegiatan yang pada. Maka dari itu seorang pebisnis harus
dapat memanagement waktu sebaik mungkin. Sebab kalau terlambat sedikit saja
akan kehilangan kesempatan untuk mengurusi bisnisnya dan kehilangan income.
d.
Peduli.
Seorang
pebisnis harus memiliki sifat care kepada mitra bisnis maupun bawahan, karena
bagaimana pun juga seorang pebisnis tidak dapat bekerja sendiri melainkan butuh
partner dalam berbisnis. Bayangkan jika seorang pebisnis tidak care, tentu ia akan
kesulitan dalam menjalankan bisnisnya. Minimal ia kesulitan dalam berhubungan
dengan karyawan maupun merekrut karyawan.
Demikian
pembahasan kali ini kiranya materi ini dapat bermanfaat.
Salam
entrepreneur…….
Langganan:
Postingan (Atom)
