Selasa, 18 Februari 2014

6 Tips for Developing Your Business


Setiap orang tentu ingin mengalami perkembangan dalam berbagai aspek kehidupannya. Tetapi untuk mengembangkan apa yang telah kita miliki juga bukanlah hal yang mudah. Untuk mengembangkan segala sesuatu agar lebih baik diperlukan tekad yang kuat dan penyerahan diri secara total kepada Tuhan. Artinya kita harus bekerja secara maksimal untuk mewujudkannya dan meminta petunjuk dan pertolongan kepada Tuhan yang berdaulat atas hidup kita dan apa yang kita miliki. Satu hal yang harus kita akui adalah bahwa kita hanyalah manusia biasa yang menerima kasih dan anugerah dari Tuhan untuk menjalani kehidupan di muka bumi ini. Maka dari itu kita tidak boleh menyombongkan diri dengan mengandalkan kekuatan kita.  Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan 6 kiat dalam mengembangkan bisnis.  Ada pun kiat-kiat yang telah saya lakukan selama ini adalah sebagai berikut:
1.       Integritas.
Dalam menjalankan apa pun di dunia ini kita dituntut untuk memiliki integritas. Integritas berbicara mengenai kesesuaian antara perkataan, sikap dan tindakan yang kita lakukan baik di depan orang maupun saat tidak ada orang. Memang tujuan dari sebuah bisnis adalah untuk mencari keuntungan, tapi bukan berarti dalam berbisnis kita dapat mempertaruhkan integritas kita dengan cara berbohong kepada pelanggan. Dalam berbisnis kita juga harus memperoleh keuntungan, sebab kalo kita tidak memperoleh keuntungan kita akan rugi. Kalau berbisnis hanya untuk rugi ya jangan berbisnis. Tetapi ada satu hal yang harus kita ingat dalam berbisnis kita harus memelihara hubungan kita dengan mitra bisnis dan pelanggan.
2.       Komitmen.
Agar bisnis kita dapat berkembang dengan baik kita harus komitmen dengan bisnis yang telah kita mulai. Dengan komitmen yang baik kita dapat mengantisipasi hal-hal yang akan menghancurkan bisnis kita. Berdasarkan kenyataan yang saya temui di lapangan ada beberapa pelaku bisnis yang tidak komitmen terhadap bisnisnya. Satu waktu saya pergi ke sebuah toko grosir batik  dan saya ingin membeli batik dari toko tersebut. Ketika saya masuk toko dan bertanya-tanya mengenai detail produk yang ia jual dan harga barang-barang yang ia jual, sang pemilik toko hanya menjawab “barangnya banyak dan harganya berbeda-beda”. Hanya itu jawaban yang saya terima itu pun diucapkan dengan nada ketus. Dalam hati saya berkata: “amit-amit orang bisnis kog kayak gini ya” sambil mengelus dada. Kalau kita bisnis kita harus menguasai produk knowledge dong. Selain itu kita juga harus dapat menerima tamu yang membutuhkan barang/jasa yang kita tawarkan dengan baik.
3.       Team work.
Kita harus mengakui bahwa kita adalah makhluk sosial, kita tidak dapat melakukan segala sesuatu dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri termasuk dalam hal bisnis. Dalam berbisnis baik dalam skala kecil maupun skala besar mau tidak mau kita harus kerja dalam tim, minimal dengan mitra bisnis dan pelanggan. Bayangkan jika kita tidak bisa kerja dalam tim pasti kita akan repot. Bahkan bisa-bisa bisnis kita terancam gulung tikar.
4.       Trust and respect.
Sikap percaya dan menghargai sangat di perlukan dalam dunia bisnis. Mengapa demikian? Karena dalam berbisnis kita berhadapan dengan pelaku-pelaku bisnis yang lain, mitra bisnis, pelanggan dan lain sebagainya. Contoh kecil adalah bagaimana owner berhubungan dengan karyawan. Misalnya owner tidak percaya kepada karyawan, setiap hari mencurigai dan menuduh karyawannya curi, berbohong dan tidak menghargai karyawannya. Hal yang terjadi adalah karyawan tidak betah dan tidak mau bekerja dengan kita. Itu baru dengan karyawan, jika hal itu kita lakukan kepada semua orang pasti akan berakibat fatal terhadap bisnis y ang telah kita mulai bahkan terhadap reputasi diri kita sendiri. Maka dari itu kita harus memiliki sikap trust and respect kepada semua orang.
5.       Lakukan apa yang kamu kehendaki agar orang lain lakukan kepadamu.
Dalam kehidupan ini manusia cenderung menuntut kepada sesama tanpa memikirkan kontibusi apa yang telah ia berikan kepada sesama. Kebanyakan orang menuntu agar di kasihi, di hormati, dipuji, di beri, di tolong dan lain sebagainya pada hal mereka tidak pernah melakukan hal-hal tersebut kepada sesama. Kalau kita mau belajar dari petani kita dapat melihat bahwa “Tanpa menabur seorang petani tidak akan pernah menuai”. Demikian juga kita apa bila kita tidak pernah berbuat baik kepada sesama ya jangan menutut agar orang lain berbuat baik kepada kita. Istilahnya orang lain tidak akan memiliki justifikasi untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan. Jadi, jangan pernah menuntut orang lain agar memberi kepada kita. Tetapi, mari kita mulai menabur terlebih dahulu agar suatu hari kita dapat menuai termasuk dalam berbisnis.  Kalau kita menabur otomatis kita akan menuai.
6.       Continues learning (Long life education).
Belajar itu wajib bagi semua orang termasuk pelaku bisnis. Kita dapat belajar dari pengalaman hidup misalnya ketika kita berhasil atau gagal. Selain itu kita juga dapat belajar dari orang lain atau sumber-sumber yang lain. Dunia ini terus berkembang, dunia bisnis juga terus berkembang. Dengan perkembangan dunia bisnis yang begitu cepat maka kita juga akan mengalami banyak tantangan dan bisnis. Maka dari itu kita harus senantiasa belajar agar kita dapat mempertahankan bisnis kita. Dengan belajar dari banyak sumber kita akan dapat menguasai bidang kita dan menaklukkan tantangan yang sedang kita hadapi sehingga menunjang keberhasilan bisnis kita.
7.       Create value.
Selain hal-hal tersebut di atas kita dapat mengerjakan sesuatu yang bisa memberikan nilai tambah. Inovation, creativity, excellent culture sangat menunjang keberhasilan bisnis kita . Do the best for your bussiness.  
Semua itu dasarnya firman Tuhan. Hikmat: takut akan Tuhan, Tuhan yang memberikan kepada kita pengetahuan dan kepandaian. Dalam berbisnis kita harus cerdik seperti ular tulus seperti merpati. Kiranya tulisan yang singkat ini dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk menjalankan binis kita. Salam entrepreneur...


Rabu, 18 Desember 2013

Mengembangkan Kapasitas Diri

           Tuhan memberikan anugerahnya dalam kehidupan setiap umat-Nya sesuai dengan kesanggupannya (kapasitas) masing-masing. Kalau menyaksikan kehidupan disekitar kita ada banyak perbedaan yang begitu kompleks. Mulai dari gender, usia, status sosial, background pendidikan, hobi, dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan bukti bahwa Tuhan memberi kepada semua umat-Nya sesuai dengan kapasitas masing-masing.


           
          Semua orang memiliki bagian sesuai dengan apa yang Tuhan berikan dalam hidupnya. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menerima, mengelola, memanfaatkan dan menikmati apa yang Tuhan berikan. Ada yang menerima dengan penuh ucapan syukur, mengelolanya dengan baik (mengembangkannya), ada yang hanya sekedar menerima dan menikmatinya, bahkan ada yang menerima dengan perasaan tawar hati dan membiarkannya begitu saja.
          Sebenarnya ada hal penting yang harus diketahui oleh setiap manusia. Esensi dari setiap apa yang Tuhan anugerahkan kepada umat-Nya adalah kehendak Tuhan dalam setiap kehidupan kita pribadi lepas pribadi. Tuhan  mau melihat seberapa besar kedekatan kita dengan-Nya, Tuhan mau agar umat-Nya bisa bersyukur dan mengagungkan nama-Nya, Tuhan mau melihat seberapa besar tanggung jawab kita terhadap apa-apa yang Tuhan berikan bagi kita.
          Sering kali manusia lupa apa kehendak Tuhan dibalik setiap peristiwa dan perkara yang Tuhan berikan dan kehidupannya. Maka dari itu kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang Tuhan berikan kepada kita. Bagaimana cara mempertanggung jawabkan semua itu dihadapan Tuhan??? Pertanggungjawaban kita dihadapan Tuhan dapat kita lakukan dengan cara bersyukur kepada-Nya, mengelola apa yang Tuhan berikan, mengembangkan apa yang Tuhan berikan, memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, mengembalikannya kepada Tuhan dengan cara bersyukur dan memberikan hormat, pujian, pengagungan, dan kemuliaan bagi-Nya.
          Tuhan berjanji kepada semua umat-Nya: Jika kita setia terhadap perkara-perkara kecil Tuhan akan memberkati dan menambahkan perkara-perkara besar dalam hidup kita. Sekecil apa pun yang Tuhan berikan kepada kita, kita harus bersyukur dan mengelolanya dengan baik. Analoginya seperti ini: ”uang Rp. 1000 tidak akan pernah ada tanpa ada uang Rp. 100. Artinya sesuatu yang besar tidak akan pernah  ada jika tidak ada hal kecil terlebih dahulu.
          Maka dari itu jangan heran bila ada orang yang miskin tetap miskin, yang kaya makin kaya, yang bodoh tetap bodoh, yang pintar makin pintar dan sebagainya. Hal itu terjadi karena respon orang yang berbeda terhadap apa yang Tuhan berikan.
          Seberapapun yang Tuhan karuniakan dalam hidup kita, mari kita responi dengan baik: kita syukuri, kita kelola dan kembangkan dan kita manfaatkan dengan baik. Dengan berlaku demikian maka berkat dan anugerah Tuhan akan semakin ditambahkan bagi kita.
Salam entrepreneur……

         

Kamis, 12 Desember 2013

Sovereignty of God In Our Lives



Sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 15:5b)

       Kerja keras, smart, pantang menyerah merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang dalam hal apa pun. Namun dibalik semua itu masih ada yang kurang. Memang secara fisik sudah kelihatan perfect. Tapi kalau mau di koreksi ada hal yang sangat penting yang perlu ditambahkan. Apakah itu??? Spiritual, lebih tepatnya “hubungan kita dengan Tuhan” sang pencipta alam semesta.
       Secara manusia,kita kelihatan bisa melakukan segala sesuatu dengan kemampuan yang kita miliki. Mari kita merenung sejenak! Dari mana asalnya tenaga, pikiran, keluarga, harta, bahkan bumi tempat kita berpijak ini??? Apakah pemberian orang tua, kakek-nenek, om-tante, pacar, atau kita bawa sendiri sejak lahir??? Tentu tidak, itu semua dari Tuhan. Tuhan menciptakan kita di dunia ini dan memberikan kasih, anugerah, pertolongan, penyertaan dan Nya bagi kita.
       Tuhan memiliki rencana dan kedaulatan bagi semua ciptaan-Nya, termasuk bagi kita umat manusia. Sering kali kita sebagai manusia berpikir, berencana dan bertindak menurut kemauan kita tanpa mohon petunjuk dahulu kepada Tuhan. Kadang-kadang apa yang kita usahakan memang berhasil, tetapi kadang-kadang juga gagal total. Saya tidak berkata bahwa apa yang kita lakukan dengan memohon petunjuk dan pertolongan kepada Tuhan terlebih dahulu itu akan berhasil 100%. Tetapi saya mau berkata bahwa: “Apa pun yang akan kita lakukan lebih baik disertai dengan doa dan mohon penyertaan serta campur tangan Tuhan terlebih dahulu.”
       Tuhan selalu menjawab doa kita. Tetapi perlu diingat bahwa Tuhan akan menjawab sesuai dengan “Kairos” (waktu Tuhan) bukan waktu kita. Jawaban Tuhan juga tidak senantiasa “iya.” Namun percayalah apa pun jawaban dari Tuhan, Tuhan senantiasa memiliki rencana yang indah bagi kita.
       Apa bila kita senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan untuk bersyukur atas anugerah-Nya, memohon petunjuk dan penyertaan-Nya kita tidak akan mudah menyerah, tidak merasa takut, kwatir, dan sedih. Sekalipun dalam studi, pekerjaan maupun bisnis kita ada banyak kompetitor, baik yang berkompetisi dengan sehat maupun tidak sehat. Kita akan tetap teguh, saat kita jatuh sekalipun kita akan bisa segera bangen dan berlari kenapa demikian??? Karena kita berjalan bersama Tuhan. Kerja keras, smart, pantang menyerah memang penting tetapi hubungan kita dengan Tuhan jauh lebih penting, karena Dialah sang empunya segala sesuatu dan Dialah yang berdaulat atas seluruh hidup kita. Salam Entrepreneur…

       

Minggu, 17 November 2013

Character that brings success in business



                Dalam berbisnis tidak cukup dengan modal uang yang besar, melainkan diperlukan modal-modal yang lain. Apakah modal modal yang lain itu? Modal-modal lain yang menunjang keberhasilan dalam bisnis adalah karakter, skill, dan servis kepada para cutomer. Pada kesempatan ini penulis akan membahas mengenai karakter. Ada pun pembahasannya adalah sebagai berikut.
                Berbicara mengenai karakter, karakter berbeda dengan tempramen dan keperibadian. Ada pun pengertian karakter, temperamen dan kepribadian adalah sebagai berikut:
1.       Karakter.
 Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang membedakan antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam keluarga maupun bermasyarakat..
                Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Karakter memiliki arti: 1). Sifat-sifat kejiwaan,      akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. 2).Karakter juga         bisa bermakna "huruf".
          Wyne mengungkapkan bahwa kata karakter berasal dari bahasa Yunani “karasso” yang        berarti “to mark” yaitu menandai atau mengukir, yang memfokuskan bagaimana   mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Oleh sebab itu seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus dikatakan sebagai orang yang        berkarakter jelek, sementara orang yang berprilaku jujur, suka menolong dikatakan      sebagai orang yang berkarakter mulia. Jadi istilah karakter erat kaitannya dengan      personality (kepribadian) seseorang.

          Alwisol menjelaskan pengertian karakter sebagai penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit. Karakter berbeda dengan kepribadian kerena pengertian kepribadian dibebaskan dari      nilai. Meskipun demikian, baik kepribadian (personality) maupun karakter berwujud    tingkah laku yang ditujukan kelingkungan sosial, keduanya relatif permanen serta           menuntun, mengerahkan dan mengorganisasikan aktifitas individu.
2.    Tempramen.
Temperamen adalah emosi seseorang yang tanpa disadari mempengaruhi  perilaku seseorang.
a. Menurut Alport temperamen adalah gejala karakteristik daripada sifat emosi individu, termasuk juga mudah-tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya, segala cara daripada fluktuasi dan intensitas suasana hati. Gejala ini bergantung pada faktor konstitusional, dan karenanya terutama berasal dari keturunan.
b. Sujanto (1993) menjelaskan bahwa temperamen berasal dari kata temper yang berarti campuran. Temperamen adalah sifat seseorang yang disebabkan adanya campuran-campuran zat di dalam tubuhnya yang juga mempengaruhi tingkah laku orang tersebut. Jadi temperamen berarti sifat laku jiwa dalam hubungannya dengan sifat kejasmanian. Temperamen juga merupakan sifat-sifat yang tetap dan tidak dapat di didik.
3.  Kepribadian.
Istilah personality berasal dari kata latin “persona” yang berarti topeng atau kedok, yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti bagaimana seseorang tampak pada orang lain.
           
            Setelah menguraikan apa itu perbedaan antara karakter, temperamen dan kepribadian. Penulis akan menguraikan mengenai karakter apa saja yang membawa keberhasilan dalam bisnis. Dalam berbisnis diperlukan karakter yang positif untuk menunjang keberhasilan bisnis, diantaranya adalah sebagi berikut:
a.     Integritas.
Integritas adalah sikap konsisten terhadap perkataan, statement maupun sikap yang telah dibuat. Orang bisnis itu senantiasa berhubungan dengan orang lain baik dengan mitra bisnis maupun para customer. Dalam pertemuan dengan orang lain seringkali terjadi tawar-menawar maupun transaksi bisnis. Maka dari itu seorang pebisnis diharapkan memiliki integritas. Ada orang maupun tidak, dengan pelanggan satu maupun yang lain pebisnis harus berpikir, berkata, dan bertindak sama. Dengan memiliki integritas maka orang dapat dipercaya.
b.    Jujur.
Seorang pebisnis harus berlaku jujur baik kepada mitra bisnis maupun customer. Seandainya seorang pebisnis berlaku tidak jujur kepada rekan kerja maupun customer tentu ia akan ditinggalkan keduanya. Tentu, kalo hal ini terjadi dan tidak ditangani secara seriusakan menghambat laju pertumbuhan bisnis bahkan melumpuhkan bisnis yang sedang digeluti.
c.     Disiplin.
Seorang pebisnis dituntut untuk disiplin minimal buat dirinya sendiri. Seorang pebisnis tentu memiliki jadwal kegiatan yang pada. Maka dari itu seorang pebisnis harus dapat memanagement waktu sebaik mungkin. Sebab kalau terlambat sedikit saja akan kehilangan kesempatan untuk mengurusi bisnisnya dan kehilangan income.
d.    Peduli.
Seorang pebisnis harus memiliki sifat care kepada mitra bisnis maupun bawahan, karena bagaimana pun juga seorang pebisnis tidak dapat bekerja sendiri melainkan butuh partner dalam berbisnis. Bayangkan jika seorang pebisnis tidak care, tentu ia akan kesulitan dalam menjalankan bisnisnya. Minimal ia kesulitan dalam berhubungan dengan karyawan maupun merekrut karyawan.
Demikian pembahasan kali ini kiranya materi ini dapat bermanfaat.
Salam entrepreneur…….






Selasa, 24 September 2013

Secrets of achieving financial freedom

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6SGxx2s39zxcaFSfJq-s-3F2pgxqmEiKvqyuAjw-N6jBGluyZIXO0goaqoEZQI9TT_VIohmgJMKUIt54DhApNyAzxsPrlYQ5l0aXbgf3MzDafDXOyCDf5sDRx603eMPSGFttKWg9pYoU/s640/financial-freedom.jpg   Uang merupakan kebutuhan bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang dan status sosial. Kebutuhan manusia akan keuangan sangat kompleks, karena di dunia ini tidaka ada yang gratis. Uang bisa digunakan untuk belanja kebutuhan pokok, biaya pendidikan, pernikahan dan lain sebagainya. Bahkan dalam kehidupan kerohanian pun membutuhkan uang untuk membangun gedung ibadah, melakukan kegiatan keagamaan, merayakan hari besar keagamaan dan lain sebagainya. Banyakorang melakuakan segala cara untuk memenuhi kebutuhan finansialnya.
    Uang memang penting karena segala sesuatu hampir tidak ada yang gratis, bahkan ke kamar mandi umum saja harus mengeluarkan uang. Meskipun uang penting bagi kelangsungan hidup manusia bukan berarti uang adalah segala-galanya. Kalau meliahat realita kehidupan di tengah-tengah masyarakat banyak orang yang mengalami kesulitan di bidang finansial, bahkan sampai ada yang tidak bisa hidup tenang gara-gara terlilit hutang. Mengalami kemenangan di bidang finansial merupakan idaman bagi semua orang. Kemenangan di bidang finansial tidak akan terjadi dengan sendirinya melainkan perlu diupayakan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar bisa menang terhadap pergumulan finansial. Berikut ini penulis akan memaparkan beberapa rahasia meraih kemenangan di bidang finansial.
    Pertama, Merencanakan keuangan. Setiap orang pasti memiliki uang yang diperoleh dengan caranya masing-masing (dengan bisnis, bekerja, uang saku dari orang tua dan lain sebagainya). Terlepas dengancara bagaimana uang itu diperoleh uang merupakan berkat dari Tuhan yang harus dikelola dengan baik. Salah satu wujud dari pertanggungjawaban atas keuangan adalah denagan merencanakan pemakaian ung secara hemat, tepat, dan cermat. Cara membuat perencanaan keuangan sederhana adalah dengan membuat daftar kebutuhan bulanan. Dengan demikian kita akan tahu apa saja yang kita butuhkan, sehiangga uang yang ada dapat dialokasikan dengan tepat sesuai kebutuhan.
  
    Kedua, Memberikan perpuluhan kepada gereja. Uang merupakan titipan atau harta yang dipercayakan Tuhan kepada umat-Nya, maka dari itu kita harus mengembalikannya kepada Tuhan. Tuhan berjanji kalau kita mengembalikan persembahan perpuluhan maka Tuhan akan memberkati kita dengan berlimpah-limpah. "Bawalah seluruh persembahan perpuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan" (Maleakhi 3:10). Dalam hal ini tidak hanya berlaku bagi orang kristen saja, orang ilam bisa memberikan zakat, infak, sodaqahnya ke masjid dan lain sebagainya.
    Ketiga, Investasi. Ketika kita memiliki uang hendaknya kita dapat mengelolanya dengan sebaik-baiknya. Salah satu wujud dari pengelolaan finansial adalah dengan cara investasi. Berbicara investadi tidak harus memiliki suatu perusahaan. Uang dapat diinfestasikan dengan kerja keras dan cerdas. Maksudnya adalah berusaha mencari hal-hal apa saja yang bernilai jual tinggi dan bisa menguntungkan. Contohnya dengan budidaya ikan lele, jamur, unggas, tanaman hias, atau barang-barang berharga misalnya emas, tanah, dan rumah. Dengan demikian uang yang dimiliki dapat terpakai dengan tepat bahkan jumlahnya bisa bertambah banyak.
    Keempat, Menentukan skala prioritas. Setiap orang memiliki daftar kebutuhan yang harus dipenuhi. Tetapi kadang-kadang orang kurang memahami antara kebutuhan dan keinginan. Cara untuk mengetahui antara kebutuhan dan keinginan adalah dengan mengklasifikasikan hal-hal mana yang harus segera dipenuhi dan hal-hala mana yang bisa ditunda. Dengan demikian kiata dapat mengutamakan hal mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Sebaliknya kita akan mengurangi hal-hal yang sekedar keinginan dan bersifat konsumtif.
    Kelima, Saving. Sebaiknya kita menyisihkan 20% dari penghasilan kita untuk ditabung. Berbicara menabung ada banyak pilihan mialnya di Bank, Koperasi, maupun di celengan yang bisa disimpan di rumah. Ada baiknya kalau kita menabung di Bank atau di Koperasi untuk menghindari keinginan kita mengambil sewaktu-waktu. Untuk kebutuhan mendadak kita bisa menyisihkan uang receh* kita di dalam celengan* yang bisa di simpan di rumah. Celengannya kita bisa membeli di toko atau membuat sendiri dari kaleng bekas, koran,dan lain sebagainya sambil melatih kreatifitas. Dalam menjalani kehidupanini sering kali kita diperhadapkan dengan situasi dan kondisi yang tidak terduga. Misalnya: sakit, sanak famili ada yang meninggal, menghadiri uandangan pernikahan teman dan lain sebagainya. Dalam mgahadapi hal-hal seperti ini kita perlu mengeluarkan uang ekstra. Solusi satu-satunya dalah dengan mengambil uang di tabungan. Itulah salah satu alasan mengapa kita harus menabung.
    Keenam, Memberi kepada orang-orang yang membutuhkan. Memberi merupakan suatu bentuk ucapan syukur kita kepada Tuhan dan bentuk kepedulian kita kepada orang lain. Tuhan menghendaki agar kita berbagi dengan orang lain atas apa yang kita miliki. Berbicara memberi kita tidak harus mencari-cari orang miskin untuk diberi. Kadang-kadang Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan kita dengan berbagai cara. Ada yang sakit tidak punya biaya untuk ke dokter, dikeluarkan dari sekolah karena tidak bisa membayar uang sekolah, kelaparan, pengemis yang datang ke rumah, di emperan toko, pemulung dan lain sebagainya. Itulah waktunya bagi kita untuk menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan.
    Ketujuh, Hindari kebiasaan berhutang. Berhutang merupakan "penyakit" di bidang finansial. Berbicara berhutang bisa terjadi kepada siapa saja dandi mana saja. Hutang bisa terjadi di warung, teman, kartu kredit, saudara, koperasi, rentenir dan lain sebagainya. Banyak masalah yang dipicu oleh hutang-biutang bahkan bisa saling dendam dan membunuh satu sama lain. Bagi yang sudah terlanjur hutang sebaiknya segera dilunasi. Cara agar kita tidak mudah berhutang adalah mencukupkan diri dengan apa yang ada.
 
    "Segera pergilah hamba yang menerima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba liama talenta." (Matius 25:16).
    Demikian tujuh rahasia meraih kemenangan finansial yang dapat penulis bagikan. Penulis berharap agar artikel ini bermanfaat bagi para pembaca yang sedang mengalami kesulitan di bidang finansial. 
Salam enterpreneur.


Senin, 23 September 2013

From Zero to Hero


     Abraham Lincoln merupakan tokoh yang sangat luar biasa. Abraham Lincoln adalah seorang tokoh yang terkenal sebagai pelopor penghapus perbudakan. Abraham Lincoln pernah menjadi seorang pemotong besi yang akan digunakan untuk rel kereta api, ia juga pernah menjadi penjaga toko, pengantar surat, nahkoda kapal, Abraham Lincoln bukan sosok yang berasal dari keluarga kaya atau pun bangsawan. Abraham Lincoln bukanlah orang yang berasal dari keluarga berada apalagi bangsawan. Kedaaan Abraham Lincoln menggambarkan bahwa ia adalah seorang yang berasal dari kalangan orang tidak punya (miskin).



     Meskipun demikian Abraham Lincoln tidak menyerah begitu saja. Ia tetap belajar dan bekerja dengan tekun. Kemiskinan bukanlah suatu hal yang menghentikan langkahnya untuk berjalan menuju kesuksesan. Abraham Lincoln menjadikan kemiskinan sebagai alasan untuk meraih sebuah kesuksesan. Apa yang terjadi ketika Abraham Lincoln berusaha terus berjuang mengalahkan kemiskinan. Ia menjadi orang yang dipakai Tuhan untuk menjadi dampak bagi banyak orang bahkan bagi bangsa-bangsa. Nama Abraham Lincoln tetap terkenal sampai hari ini. Di belahan dunia manapun banyak orang yang mengenal Abraham Lincoln.
     Apa yang terjadi pada Abraham Lincoln bisa saja terjadi dalam kehidupan siapa pun. Hari-hari ini ada banyak orang miskin dan orang kaya. Tetapi yang membuat miris adalah banyak orang miskin dari pada orang kaya. Bahkan jumlah orang miskin semakin hari semakin bertambah. Sebenarnya orang miskin memiliki keunikan dan kelebihan dibandingkan dengan orang kaya. Orang kaya dapat menghabiskan harta kekayaannya begitu saja dan orang miskin tidak bisa menghabiskan kekayaannya begitu saja karena memang tidak mempunyai apa-apa untuk dihabiskan. Orang miskin mempunya kelebihan yang sangat luar biasa, yaitu: nekat. Nekat merupakan hal yang besar memulai segala sesuatu. Orang yang memiliki potensi dan sarana-prasarana yang lengkap belum tanpa disertai tekad yang besar tentu tidak akan bisa menghasilkan apa-apa alias zero.  Tetapi orang yang tidak memiliki fasilitas apa pun, kalau ia memiliki tekad atau mau mbonek (istilah plesetan jawa bondo nekad) artinya modal nekat tetu akan bisa berubah menjadi hero.
     Banyak orang-orang sukses yang memulai kesuksesannya dari nol. Artinya tidak menyerah kepada keadaan yang memilukan, melainkan menjadikan keadaan sebagai alasan dan landasan untuk berjuang menuju kepada kesuksesan. Walaupun dalam perjalanan meraih kesuksesan tersebut tidak selalu mulus bahkan akan menjumpai lumpur, lubang ditengah jalan, krikil, duri, panas terik, bahkan badai yang menghalangi proses perjalanan tersebut. Orang-orang yang memulai segala sesuatunya dari nol tadi tidak pernah menyesali keadaan, tetap fokus pada tujuan, berpikir positif, penuh integritas serta menyerahkan segala sesuatunya dan berdoa kepada Tuhan akan apa yang telah terjadi dalam perjalanannya. Orang-orang tersebut akan sampai pada garis finish dan meraih sebuah reward, yaitu kesukesesan. Artinya orang-orang tersebut berhak menyandang gelar pahlawan terutama bagi dirinya sendiri, kemudian keluarga, lingkungan, masyarakat, bahkan bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Salam Entrepreneur…

Senin, 09 September 2013

Ready to success


           


Apa bila dilontarkan sebuah pertanyaan “Apakah anda mau sukses?” tentu aka nada banyak tangan yang teracung dan menjawab “mau”. Sukses merupakan dambaan banyak orang siapa pun, di mana pun dan apa pun latar belakangnya.
            Berbicara mengenai sukses apa sih sebenarnya arti sukses??? Sukses bukan sekedar kata-kata, sukses juga bukan sekedar harapan dan cita-cita banyak orang. Setiap orang mempunyai perspektif yang berbeda mengenai definisi sukes.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sukses adalah berhasil, beruntung. John C Maxwell berkata  first of all, success is knowing our purpose in life” (Pertama-tama, kesuksesan adalah mengetahui tujuan hidup). Tetapi berbicara mengenai arti sukses tidak ada ukuran yang tepat karena setiap orang memahami dari perspektif masing-masing. Kalau belajar dari pepatah Cina “DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT” artinya Diatas kesuksesan yang telah diraih masih ada kesuksesan lagi. Hal ini juga berbicara bahwa dibalik kesuksesan seseorang masih ada kesuksesan.
            Sukses merupakan sebuah proses perjalanan hidup, yang namanya sukses tidak hanya sesaat melainkan dari waktu ke waktu bagaimana seseorang mengukir prestasi dan memotivasi sesamanya sejak lahir sampai akhir hayat. Suatu prestasi mudah diraih tetapi tidak mudah untuk tetap survive. Sukses juga bukan hanya sekedar untuk diri sendiri tetapi juga berdampak bagi lingkungan dan orang-orang sekitar. Untuk tetap survive harus ada suksesi dengan tujuan kesuksesan yang telah dicapai dapat diteruskan bahkan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
            Kembali ke sebuah question and statement siapa yang mau sukses dan sukses adalah dambaan setiap orang, Dari sini dapat dilihat bahwa setiap individu memiliki espektasi untuk sukses. Sukses tidak akan datang atau jatuh dari langit begitu saja. Sukses harus diraih dengan perjuangan yang gigih dan pantang menyerah. Kesuksesan tidak pernah luput dari yang namanya kegagalan. Sering kali ketika mengalami kegagalan orang down. mundur dan tidak mau bangkit lagi kalau orang jawa bilang kapok. Sebenarnya kegagalan merupakan cambuk  atau pembelajaran agar kelak kalau terjadi hal yang sama dapat mengatasinya. Kegagalan bukan kesalahan siapa pun itu memang murni sebuah kegagalan. Kegagalan adalah guru yang terbaik yang membimbing kita agar dekat dengan sang pencipta. So don’t never say no terhadap kegagalan, but give thanks to the Lord for this dan intropeksi diri. Next time kita akan semakin dekat dengan kesuksesan. Untuk menjadi sukses diperlukan banyak hal mulai dari belajar, komitmen, never give up, pengorbanan, doa, dan air mata (harga yang harus dibayar). Besar kecilnya kesuksesan yang diraih tergantung seberapa besar harga yang dibayar. Berani sukses berani bayar harga jika hal ini diterapkan one day kesuksesan akan menghampiri…..

Salam entrepreneur………..